Berguru Urban Farming Bersama Ninja Xpress, Pelajari Tren & Potensi Usaha Baru Dari Rumah

Oleh: Andi Djoewarsa – Chief Marketing Officer Ninja Xpress

Pandemi telah mengubah tatanan hidup dan perekonomian secara drastis. Juni lalu, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) mencatat bahwa setidaknya ada 6,4 juta pekerja yang merasakan dampak Covid-19. Dampak tersebut beragam, mulai dari pemotongan gaji hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Krisis ekonomi akibat pandemi saat ini sering dibandingkan dengan krisis moneter 1998. Pada waktu itu, ketika perusahaan-perusahaan skala besar gulung tikar, UMKM tetap bertahan, bahkan mampu menjadi juru selamat bagi perekonomian nasional. Bagaimana dengan sekarang?

Walaupun hantaman virus Corona tak dapat dihindari oleh pelaku UMKM, Menteri Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa terdapat sejumlah sektor UMKM yang mengalami peningkatan signifikan. Hal itu dirasakan oleh UMKM produk hobi outdoor dan indoor yang naik 60%, produk kesehatan naik 90%, produk makanan herbal naik 200%, dan produk bahan pokok naik 350%.

Pelaku UMKM, atau siapa pun yang bertekad memulai usaha untuk menambah penghasilan, harus jeli dalam melihat peluang dan menciptakan produk yang dibutuhkan masyarakat. Yang terjadi saat ini adalah pola konsumsi masyarakat cenderung lebih konservatif. Oleh sebab itu, ada baiknya jika UMKM memproduksi sesuatu yang tengah menjadi kebutuhan, atau bahkan dapat menjawab kegelisahan masyarakat terkait situasi yang terjadi.

Melihat produk-produk yang mengalami kenaikan permintaan dari data Menteri Koperasi dan UKM, urban farming adalah salah satu ide bisnis yang potensial. Urban farming merupakan aktivitas pertanian di kota, yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan terbatas seperti halaman atau atap rumah. Selama periode work from home, urban farming tengah menjadi tren bagi masyarakat di perkotaan. Banyak orang menjalani urban farming sebagai hobi baru bersama keluarga di rumah untuk melepas stres. Bercocok tanam sendiri mungkin adalah sesuatu yang tidak pernah terpikir akan dilakukan pada hari-hari dalam kondisi normal.

Lebih dari itu, sayuran hasil kebun sendiri juga digemari karena masyarakat semakin aware dengan kesehatan. Melalui urban farming, seseorang dapat memastikan seluruh proses dan kandungan sayur aman untuk dikonsumsi oleh keluarga. Concern masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat telah meningkat sejak tahun lalu. Pada laporan “2019 Year in Search”, Google mencatat bahwa masyarakat Indonesia tengah mencari alternatif makanan dan minuman yang lebih menyehatkan. Pandemi yang tengah berlangsung diperkirakan akan membuat masyarakat semakin selektif terhadap makanan yang mereka konsumsi. Makanan-makanan sehat yang organik dan dapat membantu daya tahan tubuh akan banyak dicari.

Jika dilihat lebih jeli, tren hidup sehat dan urban farming ini juga menawarkan sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Selain untuk konsumsi keluarga, hasil bercocok tanam dapat dipasarkan dan diolah menjadi menu makanan sehat yang tengah digemari seperti salad wrap, smoothies, hingga detox juice. Terlebih, urban farming dapat dilakukan dari rumah dengan alat dan bahan sederhana serta modal yang tidak terlalu besar.

Belajar Urban Farming dari Konten YouTube BERGURU Ninja Xpress

Ninja Xpress sebagai penyedia layanan logistik yang senantiasa mendukung bisnis UMKM, memahami bahwa masa pandemi ini merupakan saat yang sulit bagi pelaku UMKM. Oleh sebab itu, Ninja Xpress menghadirkan konten Belajar Ragam Usaha Baru (BERGURU) pada channel YouTube Ninjaxpressid. Berkolaborasi dengan para kreator, konten ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk memulai usaha dan produktif untuk mencoba hal baru dari rumah. BERGURU juga merupakan bagian dari kampanye #ObsesiUntukNegeri dan program inisiatif Ninja Academy.

Pada episode pertama, Ninja Xpress mengulas urban farming dengan mewawancarai Sita Pujianto, seorang urban farmer yang aktif dalam komunitas Jakarta Berkebun. Ada beberapa pelajaran baru tentang bercocok tanam yang bisa didapat dari Sita dalam video tersebut:

Gunakan media tanam tepat

Sayuran perlu media tanam yang subur. Oleh karena ini tanah saja tidak cukup, padukan dengan sekam bakar dan pupuk agar akar dapat menembus pori-pori tanah serta mendapatkan nutrisi yang cukup. Gunakan pupuk alami seperti pupuk kandang, atau pupuk kompos yang dapat dibuat dari sampah sisa makanan.

Menyiram tanaman dapat dilakukan kapan saja

Pagi hari identik sebagai waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Tapi ternyata hal ini dapat dilakukan kapan saja, baik pagi, sore, ataupun malam hari. Yang terpenting menyiram tanaman harus dilakukan rutin tiap hari. Dengan demikian, urban farmer pemula tak perlu pusing untuk menyisihkan waktu merawat tanaman di tengah kesibukan.

Lebih menghargai makanan

Selain untuk dikonsumsi atau dijual kembali, melalui urban farming kita memiliki kesempatan untuk back to nature. Kehidupan kota yang serba instan mungkin membuat banyak orang asal dan proses yang harus dilalui sayur, buah dan makanan lain untuk sampai dan terhidang di meja makan kita. Ketika urban farming dilakukan dengan sepenuh hati, secara tidak langsung kita dapat lebih menghargai makanan.

Bagi siapapun yang ingin memulai bisnis dari rumah, jangan ragu untuk mencoba berinovasi dan terus mempelajari peluang usaha baru. Ninja Xpress mendukung lahirnya UMKM untuk tumbuh dan berkembang melalui kampanye #ObsesiUntukNegeri. Inspirasi dan pengetahuan baru dihadirkan Ninja Xpress melalui konten YouTube BERGURU yang tayang setiap minggu, pelatihan (OASIS Online) dan creative hub Ninja Academy. Ninja Xpress percaya bahwa kolaborasi bersama para pelaku UMKM dan kreator akan membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Eksplorasi dan eksekusi ide bisnismu sekarang!

Published on 20 Jul 2020
Tags: Indonesia

Related Articles

นินจาแวน ประเทศไทย เดินหน้าตามเป้าโต 3 เท่าภายในปี 2564

กรุงเทพฯ ประเทศไทย – 29 กรกฎาคม 2564: นินจาแวน ประเทศไทย ผู้นำ บริการโลจิสติกส์ในภูมิภาคเอเชีย ตะวันออกเฉียงใต้ นินจาแวน ประเทศไทย มงุ่ เนน้ การใหบ้ ริการธุรกิจขนาดเล็กทั่วประเทศเพื่อสนับสนุนอีคอมเมิร์ซในประเทศไทยที่เติบโตอย่างรวดเร็ว...

read more
Share This